PENGERTIAN RISET DAN PEMBAGIANNYA


1.     Manusia dan Masalahnya
Stonner (1982) mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan, dan kompetisi.
Menurut Suryabrata (1994 : 60) masalah merupakan kesenjangan antara harapan (das sollen) dengan kenyataan (das sein), antara kebutuhan dengan yang tersedia, antara yang seharusnya (what should  be) dengan yang ada (what it is). Penelitian dimaksudkan untuk menutup kesenjangan (what can be).
Permasalahan dapat berasal dari berbagai sumber. Menurut James H. MacMillan dan Schumacher (Hadjar, 1996 : 40 – 42), masalah dapat bersumber dari :
a.         Observasi
Masalah dalam penelitian dapat diangkat dari hasil observasi terhadap hubungan tertentu yang belum memiliki penjelasan memadai dan cara-cara rutin yang dalam melakukan suatu tindakan didasarkan atas otiritas atau tradisi.
b.         Dedukasi dari teori
Teori merupakan konsep-konsep yang masih berupa prinsip-prinsip umum yang penerapannya belum dapat diketahui selama belum diuji secara empiris. Penyelidikan terhadap masalah yang dianggap dari teori berguna untuk mendapatkan penjelasan empiris praktik tentang teori.
c.          Kepustakaan
Hasil penelitian mungkin memberikan rekomendasi perlunya dilakukan penelitian ulang (replikasi) baik dengan atau tanpa variasi. Replikasi dapat meningkatkan validitas hasil penelitian dan kemampuan untuk digeneralisasikan lebih luas. Laporan penelitian sering juga menyampaikan rekomendasi kepada peneliti lain tentang apa yang perlu diteliti lebih lanjut. Hal ini juga menjadi sumber untuk menentukan masalah yang menentukan masalah yang perlu diangkat untuk diteliti.
d.         Masalah sosial
Masalah sosial yang ada di sekitar kita atau yang baru menjadi berita terhangat (hot news) dapat menjadi sumber masalah penelitian. Misalnya :
-           Adanya perkelahian antar sekolah menimbulkan berbagai dampak bagi sekolah dan warga sekitar.
-          Penggalakan program 3 M (menguras, mengubur, menimbun) sebagai upaya pencegahan penyakit demam berdarah.  
Dalam pembuatan keputusan tertentu, sering mendesak untuk dilakukan penelitian evaluatif. Hasil sangat diperlukan untuk dijadikan dasar pembuatan keputusan lebih lanjut.
e.         Pengalaman pribadi
Pengalaman pribadi dapat menimbulkan masalah yang memerlukan jawaban empiris untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. (Purwanto 2010:109-111).
Masalah dalam penelitian pendidikan dapat diperoleh dari berbagai sumber yang terkait dengan bidang pendidikan, Sukardi (2009:22-24) dalam, antara lain :
-          Pengalaman seseorang atau kelompok
Pengalaman orang yang telah lama menekuni bidang profesi pendidikan dapat digunakan untuk membantu mencari permasalahan yang signifikan diteliti. Contoh : pengalaman mengajar di kelas. 
-          Lapangan tempat bekerja
Para peneliti dapat melihat secara langsung, mengalami dan bertanya pada satu, dua, atau banyak orang dalam pekerjaannya. Seorang guru misalnya, akan merasakan bahwa sekolah dan komponen yang berkaitan dengan tercapainya tujuan sekolah dpat dijadikan sebagai sumber penelitian.
-          Laporan hasil penelitian
Dari hasil penelitian, yang biasanya dalam bentuk jurnal, biasanya disamping ada hasil temuan yang baru juga ada kemungkinan penelitian yang direkomendasikan.
-          Sumber-sumber yang berasal dari pengetahuan orang lain
Perkembangan ilmu pengetahuan lain di luar bidang yang dikuasai seringkali memberikan pengaruh munculnya permasalahan penelitian. Misalnya, gerakan reformasi yang muncul setelah Orde Baru, ternyata telah memunculkan dan mempengaruhi sikap dan tuntutan para guru untuk memperoleh gaji dan status profesi yang lebih baik.

2.       Pengertian research dan metodologi research
Dalam bahasa Inggris penelitian disebut juga dengan research yang kemudian diindonesiakan menjadi kalimat “riset”, yang memiliki arti penelitian.  Kata “penelitian” dan “riset” memiliki makna yang sama dan dapat dipertukarkan.
Secara etimologis, research berasal dari dua kata, yaitu re dan search. Re berarti kembali atau beulang-ulang dan search berarti mencari, menjelajahi, dan menemukan makna kembali secara berulang-ulang. Berarti penelitian adalah kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang untuk membangun sebuah hukum, dalil, generalisasi, memvalidasi, atau menguji teori yang sudah ada. Penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Pengumpulan dan analisis data menggunakan metode-metode ilmiah, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif.
Dari  pengertian diatas dapat dipahami bahwasanya pengertian Penelitian adalah kegiatan mengumpulkan data dengan cara dokumentasi, observasi ataupun kuesioner yang dilakukan dengan langkah kerja tertentu. Setelah cukup mendapatkan data yang diinginkan oleh peneliti, barulah seorang peneliti melakukan analisa-analisa berdasarkan data yang didapatkan, yang kemudian  diambillah kesimpulan untuk selanjutnya dilakukan tindakan-tindakan sebagai langkah perbaikan dari hasil temuan yang terdapat dalam penelitian.
Penelitian ( Research) merupakan rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan masalah. Fungsi penelitian adalah mencarikan penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan serta memberikan alternative bagi kemungkinan yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah. Penjelasan dan jawaban terhadap permaslahan itu dapat bersifat abstrak dan umum sebagaimana halnya dalam penelitian dasar (basic Research) dan dapat pula sangat kongkret dan spesifik seperti biasanya ditemui pada penelitian terapan (Applied research).
Pengertian metode, berasal dari bahasa Yunani yakni methodos yang dimaksud adalah cara atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya (Rosdy Ruslan,2003:24).
Sutrisno Hadi (1987:3) mengungkapkan Penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah. Penelitian adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah (Emzir,2007:3). Penelitian sebagai aktivitas keilmuan yang dilakukan karena ada kegunaan yang ingin dicapai, baik untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia maupun untuk mengembangkan ilmu pengetahuan (Hamidi,2007:6)
Menurut Soerjano Soekanto penelitian adalah kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan analisis dan konstruksi yang dilakukan secara metodologis, sistematis, dan konsisten.
Jadi Metodologi penelitiaan adalah ilmu membahas tentang suatu kegiatan yang dilakukan untuk memecahkan masalah ataupun sebagai pengembangkan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.

3.     Lingkup Penelitian Akuntansi
Basic dari akuntansi adalah pencatatan, sehingga dalam setiap penelitian akuntansi haruslah terdapat proses pencatatan.
Menurut Pepie Diptyana beberapa peneliti tentang perkembangan penelitian akuntansi menggunakan indikator jenis rujukan untuk mengelompokkan bahwa suatu penelitian adalah penelitian akuntansi. Maksudnya, jika referensi penelitian didominasi oleh jurnal akuntansi atau buku akuntansi, maka penelitian tersebut tergolong dalam penelitian akuntansi.
Oler, Oler and Skousen (2008 ) membagi topik penelitian akuntansi menjadi beberapa  topik : akuntansi keuangan,  akuntansi manajerial,   pengauditan, perpajakan, governance (corporate governance dan pengendalian), dan topik lain-lain (edukasi, sejarah, ujian CPA, dan sebagainya yang tidak ada di pembagian topik sebelumnya). Mereka menyatakan bahwa suatu penelitian dapat dikatakan sebagai penelitian akuntansi jika penelitian tersebut menunjukkan pengaruh kejadian ekonomi (economic events) terhadap proses pengikthisaran, analisis, pemverifikasian, dan pelaporan informasi keuangan yang terstandar, serta pengaruh dari informasi yang disajikan terhadap kejadian ekonomi (economic events).
Sofyan (2002) menjelaskan bahwa ruang lingkup penelitian akuntansi dapat dikelompokkan menjadi akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, pasar uang dan pasar modal, auditing, pajak, sistem informasi akuntansi, trend baru akuntansi, serta topik lainnya.
Sedangkan menurut Emori Williams (1980) Macam-macam variasi penelitian akuntansi dapat dijelaskan sebagai berikut :
1)      Dilihat dari tujuan (goal) penelitian:
a.       Penelitian akuntansi normatif
• Penelitian terhadap konsep dasar akuntansi
• Penelitian terhadap struktur prinsip akuntansi
• Penelitian terhadap perbandingan prinsip akuntansi
• Penelitian terhadap sejarah akuntansi

b.      Penelitian akuntansi empirik
• Identifikasi terhadap perlakuan akuntansi
• Identifikasi daya guna standard akuntansi
• Identifikasi lingkungan bisnis terhadap akuntansi
2)      Dilihat dari obyek penelitian akuntansi
a.       Struktur doktrin akuntansi dan norma akuntansi yang berlaku
b.      Perilaku manusia dalam masyarakat akuntansi maupun dalam masyarakat lainnya
• Ethik profesi akuntansi
• Persepsi masyarakat terhadap profesi akuntansi
• Perilaku investor terhadap informasi akuntansi
c.       Lembaga pengguna jasa ilmu akuntansi
• Lembaga profit
• Lembaga non profit dan pemerintah
Ruang Lingkup Penelitian Akuntansi:
1)      Konsentrasi Akuntansi Keuangan
Pembahasan mengenai bagaimana laporan keuangan disusun untuk tujuan publik. Disini biasa dibahas metode pencatatan, prinsip dan standart akuntansi keuangan, penyajian laporan yang wajar, pemilihan teknik atau standart akuntansi, metode penyusutan, penyisihan, perbandingan, metode teori akuntansi. Konsentrasi ini dapat dikelompokkan menjadi bidang-bidang :
a.       Teori akuntansi
b.      Standart akuntansi
c.       Akuntansi sebagai pertanggungjawaban
d.      Perhitungan laba akuntansi
2)      Akuntansi Manajemen
Pembahasan mengenai bagaimana caranya agar akuntansi dapat dipergunakan untuk membuat informasi tentang model-model yang berguna dalam pengambilan keputusan yang dilakukan manajemen yaitu :
a.       Pengambilan keputusan
b.      Bidang manajemen
3)      Akuntansi Pasar Modal
Pembahasan mengenai bagaimana reaksi pasar terhadap keluarnya informasi akuntansi, laporan keuangan periodic atau informasi lainnya.
4)      Akuntansi Perpajakan
Pembahasan mengenai bagaimana akuntansi mengakomodasi masalah peraturan perpajakan, perbedaan konsep pengakuan biaya, pengakuan haisl perbedaan metode penyusutan, defense tax dan sebagainya.
5)      Auditing
Pembahasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan auditing, teori, proses, hasil, perilaku dan sebagainya.
6)      Sistem Informasi Akuntansi
Pembahasan mengenai bagaimana  mendesain system informasi akuntansi yang menghasilkan informasi yang sudah menjadi komoditi, dalam pertimbangannya akan memperhatikan cost benefit rasio.
7)      Tren Akuntansi
Pembahasan mengenai berbagai hal yang dibicarakan dalam literature, tetapi masih dalam tahap proses belum menjadi prinsip yang harus diberlakukan.
8)      Topik Lain
a.       Bidang akuntansi pemerintah
b.      Pendidikan dalam bidang akuntansi
c.       Akuntansi keperilakuan
d.      Akuntansi koperasi

4.     Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Berdasarkan tujuannya, penelitian dapat dibedakan kedalam tiga jenis, meliputi:
a. Penelitian Eksploratif
Yaitu penelitian yang dilaksanakan untuk menggali data dan informasi tentang topik atau isu-isu baru yang ditujukan untuk kepentingan pendalaman atau penelitian lanjutan.
Penelitian eksploratory pada umumnya dilaksanakan untuk menjawab pertanyaan ”Apa (what)” (Apa sesungguhnya fenomena sosial tersebut?). Pada penelitian ini seringkali menggunakan data-data kualitatif.
b. Penelitian deskriptif
Penelitian deskriptif menghadirkan gambaran tentang situasi atau fenomena sosial secara detil. Dalam penelitian ini, peneliti memulai penelitian dengan desain penelitian yang terumuskan secara baik yang ditujukan untuk mendeskripsikan sesuatu secara jelas. Penelitian deskriptif berkaitan dengan pengkajian fenomena secara lebih rinci atau membedakannya dengan fenomena yang lain.
Penelitian deskriptif biasanya berfokus pada pertanyaan ”bagaimana (how)” dan ”siapa (who)” (Bagaimana fenomena tersebut terjadi? Siapa yang terlibat didalamnya?)
c. Penelitian Eksplanatif
 Penelitian eksplanasi mengkaji hubungan sebab-akibat diantara dua fenomena atau lebih. Penelitian seperti ini dipakai untuk menentukan apakah suatu eksplanasi (keterkaitan sebab-akibat) valid atau tidak, atau menentukan mana yang lebih valid diantara dua (atau lebih) eksplanasi yang saling bersaing. Tujuan penelitian eksplanatif adalah untuk memberikan penjelasan mengapa sesuatu terjadi atau menjawab pertanyaan ”mengapa (why)”.
Kegunaan penelitian adalah mencarikan penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan serta memberikan alternatif bagi kemungkinan yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah. Pemecahan dan jawaban terhadap permasalahan itu dapat bersifat abstrak dan umum sebagaimana hanya dalam penelitian dasar (basic research) dan dapat spesifik seperti biasanya ditemui pada penelitian terapan (applied research).
1.      Mendiskripsikan, memberikan, data atau informasi.
Penelitian dengan tugas mendiskripsi gejala dan peristiwa yang terjadi, maupun gejala-gejala yang terjadi disekitar kita perlu mendapat perhatian dan penanggulangan. Gejala dan peristiwa yang terjadi itu ada yang besar dan ada pula yang kecil tetapi, kalau dilihat dari segi perkembangan untuk masa datang perlu mendapat perhatian segera.
2.      Menerangkan data atau kondisi atau latar belakang terjadinya suatu peristiwa atau fenomena.
Penelitian dengan tugas menerangkan. Berbeda dengan penelitian yang menekankan pengungkapan peristiwa apa adanya, maka penelitian dengan tugas menerangkan peristiwa jauh lebih kompleks dan luas. Dapat dilihat dari hubungan suatu dengan hubungan yang lain.
3.      Menyusun teori
Penyusunan teori baru memakan waktu yang cukup panjang karena akan menyangkut pembakua dalam berbagai instrumen, prosedur maupun populasi dan sampel.
4.      Meramalkan, mengestimasi, dan memproyeksi suatu peristiwa yang mungkin terjadi berdasarkan data-data yang telah diketahui dan dikumpulkan,
5.      Informasi yang didapat akan sangat berarti dalam memperkirakan kemungkinan yang akan terjadi untuk melalui masa berikutnya. Melalui penelitian dikumpulkan data untuk meramalkan beberapa kejadian atau situasi masa yag akan datang.
6.      Mengendalikan peristiwa maupun gejala-gejala yang terjadi.
Melalui penelitian juga dapat dikendalikan peristiwa maupun gejala-gejala. Merancang sedemikian rupa suatu bentuk penelitian untuk mengendalikan peristiwa itu. Perlakuannya disusun dalam rancangan adalah membuat tindakan pengendalian pada variabel lain yang mungkin mempengaruhi peristiwa itu.

5.     Jenis-Jenis Penelitian
a. Menurut buku Metode Penelitian Sosial yang ditulis oleh Drs. Yulius Slamet, M.Sc. Penelitian dapat  dibedakan menjadi beberapa jenis:
Penelitian berdasarkan pada tujuannya:
1) Penelitian Eksploratoris
Penelitian ini dilakukan bilamana sebuah penelitian tidak familiar dengan masalah yang diteliti. Topik yang diteliti masih relatif baru dan literatur atau hasil penelitian yang membahas masalah tersebut masih langka.
2) Penelitian Deskriptif
Penelitian ini bermaksud untuk memberikan uraian mengenai suatu gejala sosial yang di teliti. Penelitian ini mendeskripsikan suatu gejala berdasarkan indikator-indikator yang dijadikan dasar dari ada tidaknya suatu gejala yang diteliti.
3) Penelitian Eksplanatoris
Penelitian ini untuk menjawab apakah suatu gejala sosial tertentu berhubungan dengan gejala sosial yang lain atau apakah suatu variable berhubungan dengan variable yang lain. Maksud dari penelitian ini sebenarnya untuk menguji hipotesis yang diketengahkan oleh peneliti.
Penelitian dibedakan atas dasar kegunaannya:
1) Penelitian murni ( pure research atau basic research )
Kegiatan penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan konsep, mengembangkan teori, menguji hipotesis, atau menguji kebenaran suatu teori.
2) Penelitian terapan ( applied research )
Kegiatan penelitian ini dimaksudkan untuk memecahkan masalah atau penyakit masyarakat tertentu. Kegunaannya bersifat praktis, yaitu untuk mengatasi persoalan yang harus segera dipecahkan.
3) Penelitian aksi ( action research )
Penelitian ini bermaksud untuk mengatasi masalah dengan cara memberikan tindakan-tindakan nyata.
4) Penelitian kebijakan ( policy research )
Penelitian ini dimaksudkan berdasarkan data yang ada dapat dirumuskan suatu kebijakan tertentu. Kebijakan dapat berupa peraturan, undang-undang, surat keputusan, dan lain sebagainya yang memiliki kekuatan hukum tersebut.
5) Penelitian evaluasi ( evaluation research )
Penelitian ini dimaksudkan untuk menilai suatu program, kegiatan, atau kebijakan yan ditujukan untuk mengintervensi masyarakat.
Dilihat dari lokasi atau tempat dimana penelitian dilakukan:
1) Penelitian Kancah ( field research )
Penelitian ini dilakukan di suatu wilayah geografi tertentu dimana peniliti terjun langsung ke masyarakat melihat apa yang terjadi. Biasanya dengan pengamatan, wawancara, atau kuesioner yang dia berikan kepada responden.
2) Penelitian Kepustakaan ( library research )
Penelitian ini dilakukan dengan cara peneliti memeriksa bahan-bahan yang telah ditulis oleh orang lain. Kegiatan peneliti ini ialah membaca seluruh dokumen baik yang diterbitkan secara resmi ataupun yang terdapat diseluruh bahan cetakan, micro film, micro fisch, pita rekaman, atau sumber-sumber lain yang telah dikumpulkan oleh orang lain.
Dibedakan atas dasar metode utamanya yang dipakai:
1) Penelitian Survei
Penelitian ini mengumpulkan data terhadap sejumlah individu yang dianggap representative mewakili populasinya untuk memperoleh sejumlah nilai-nilai tertentu atas sejumlah variable yang dipilih.
2) Penelitian Kasus
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari segala gejala-gejala sosial melalui analisis yang terus menerus tentang kasus yang dipilih. Kasusnya bisa jadi individu, kelompok, suatu episode, suatu proses, suatu komunitas, suatu masyarakat.
3) Penelitian eksperimental
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab akibat antar dua variabel atau lebih dengan memberikan perlakuan tertentu pada kelompok eksperimental. Didalam penelitian sosial biasanya tidak dapat melakukan kegiatan penelitian ekperimental sungguhan karena tidak mungkin untuk mengontrol seluruh variable yang mempengaruhi timbulnya suatu akibat.
4) Penelitian Grounded (grounded research)
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan teori yang ditarik secara induktif dari studi yang mendalam.

b. Menurut buku Metode Penelitian Sosial ( Berbagai Alternatif Pendekatan ) yang ditulis oleh Bagong Suyanto dan Sutinah, jenis penelitian yang dicantumkan hanya ada dua. Jenis penelitian tersebut adalah :
1) Penelitian Kuantitatif
Penelitian ini menggunakan data berupa angka. Di dalam penelitian kuantitatif terdapat tiga tipe analisis , yaitu:
-          Analisis utama / primer ( primary analysis ) : merupakan analisis asli yang dilakukan oleh peneliti yang menghasilkan temuan tentang topik spesifik. Dengan kata lain analisis primer adalah suatu analisis yang mempertimbangkan data / informasi utama yang diperoleh dalam suatu penelitian.
-          Analisis sekunder atau analisis data sekunder ( secondary analysis ) : merupakan suatu analisis tentang temuan-temuan yang ada dari peneliti lain yang mungkin menggunakan metode yang berbeda dan lebih halus. Dengan kata lain, analisis ini memfokuskan pada data yang telah dikumpulkan/disusun dan dianalisis serta melakukan suatu analisis kedua atau ketiga kalinya.
-          Meta-analysis  : yaitu suatu analisis tentang data atau informasi yang telah dikumpulkan/ disusun dan dianalisis dari beberapa studi.
2) Penelitian Kualitatif
Merupakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif mengenai kata – kata lisan maupun tertulis, dan tingkah laku yang dapat diamati dari orang-orang yang diteliti. Penelitian kualitatif memiliki karakteristik khusus, antara lain :
-          Bersifat induktif : yaitu berdasar pada prosedur logika yang berawal dari proposisi khusus sebagai hasil pengamatan dan berakhir pada suatu kesimpulan hipotesis yang bersifat umum.
-          Melihat pada setting dan manusia sebagai satu kesatuan, yaitu mempelajari manusia dalam konteks dan situasi dimana mereka berada.
-          Memahami perilaku manusia dari sudut pandang mereka sendiri ( sudut pandang yang diteliti )
-          Lebih mementingkan proses penelitian daripada hasil penelitian.
-          Menekankan pada validitas data sehingga ditekankan pada dunia empiris.
-          Bersifat humanistis: yaitu memahami secara pribadi orang yang diteliti dan ikut mengalami apa yang dialami orang yang diteliti dalam kehidupan sehari-hari.

-          Semua aspek kehidupan sosial dan manusia dianggap berharga dan penting untuk dipahami karena dianggap bersifat spesifik dan unik.

Komentar