PENGERTIAN RISET DAN PEMBAGIANNYA
1. Manusia dan
Masalahnya
Stonner (1982) mengemukakan bahwa masalah-masalah
dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antara pengalaman
dengan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya
pengaduan, dan kompetisi.
Menurut Suryabrata (1994 : 60) masalah merupakan
kesenjangan antara harapan (das sollen) dengan
kenyataan (das sein), antara
kebutuhan dengan yang tersedia, antara yang seharusnya (what should be) dengan yang
ada (what it is). Penelitian
dimaksudkan untuk menutup kesenjangan (what
can be).
Permasalahan dapat berasal dari berbagai sumber.
Menurut James H. MacMillan dan Schumacher (Hadjar, 1996 : 40 – 42), masalah
dapat bersumber dari :
a.
Observasi
Masalah dalam penelitian dapat
diangkat dari hasil observasi terhadap hubungan tertentu yang belum memiliki
penjelasan memadai dan cara-cara rutin yang dalam melakukan suatu tindakan
didasarkan atas otiritas atau tradisi.
b.
Dedukasi
dari teori
Teori merupakan konsep-konsep
yang masih berupa prinsip-prinsip umum yang penerapannya belum dapat diketahui
selama belum diuji secara empiris. Penyelidikan terhadap masalah yang dianggap
dari teori berguna untuk mendapatkan penjelasan empiris praktik tentang teori.
c.
Kepustakaan
Hasil penelitian mungkin
memberikan rekomendasi perlunya dilakukan penelitian ulang (replikasi) baik
dengan atau tanpa variasi. Replikasi dapat meningkatkan validitas hasil
penelitian dan kemampuan untuk digeneralisasikan lebih luas. Laporan penelitian
sering juga menyampaikan rekomendasi kepada peneliti lain tentang apa yang perlu
diteliti lebih lanjut. Hal ini juga menjadi sumber untuk menentukan masalah
yang menentukan masalah yang perlu diangkat untuk diteliti.
d.
Masalah
sosial
Masalah sosial yang ada di
sekitar kita atau yang baru menjadi berita terhangat (hot news) dapat menjadi
sumber masalah penelitian. Misalnya :
-
Adanya perkelahian antar sekolah menimbulkan
berbagai dampak bagi sekolah dan warga sekitar.
-
Penggalakan
program 3 M (menguras, mengubur, menimbun) sebagai upaya pencegahan penyakit
demam berdarah.
Dalam pembuatan keputusan tertentu, sering mendesak untuk dilakukan
penelitian evaluatif. Hasil sangat diperlukan untuk dijadikan dasar pembuatan
keputusan lebih lanjut.
e.
Pengalaman
pribadi
Pengalaman pribadi dapat
menimbulkan masalah yang memerlukan jawaban empiris untuk mendapatkan pemahaman
yang lebih mendalam. (Purwanto 2010:109-111).
Masalah
dalam penelitian pendidikan dapat diperoleh dari berbagai sumber yang terkait
dengan bidang pendidikan, Sukardi (2009:22-24) dalam, antara lain :
-
Pengalaman
seseorang atau kelompok
Pengalaman orang yang telah
lama menekuni bidang profesi pendidikan dapat digunakan untuk membantu mencari
permasalahan yang signifikan diteliti. Contoh : pengalaman mengajar di
kelas.
-
Lapangan
tempat bekerja
Para peneliti dapat melihat
secara langsung, mengalami dan bertanya pada satu, dua, atau banyak orang dalam
pekerjaannya. Seorang guru misalnya, akan merasakan bahwa sekolah dan komponen
yang berkaitan dengan tercapainya tujuan sekolah dpat dijadikan sebagai sumber
penelitian.
-
Laporan
hasil penelitian
Dari hasil penelitian, yang
biasanya dalam bentuk jurnal, biasanya disamping ada hasil temuan yang baru
juga ada kemungkinan penelitian yang direkomendasikan.
-
Sumber-sumber
yang berasal dari pengetahuan orang lain
Perkembangan ilmu pengetahuan
lain di luar bidang yang dikuasai seringkali memberikan pengaruh munculnya
permasalahan penelitian. Misalnya, gerakan reformasi yang muncul setelah Orde
Baru, ternyata telah memunculkan dan mempengaruhi sikap dan tuntutan para guru
untuk memperoleh gaji dan status profesi yang lebih baik.
2.
Pengertian research
dan metodologi research
Dalam bahasa Inggris penelitian disebut juga
dengan research yang kemudian diindonesiakan menjadi kalimat “riset”, yang
memiliki arti penelitian. Kata
“penelitian” dan “riset” memiliki makna yang sama dan dapat dipertukarkan.
Secara etimologis, research berasal dari dua kata, yaitu re dan search. Re
berarti kembali atau beulang-ulang dan search berarti mencari, menjelajahi, dan
menemukan makna kembali secara berulang-ulang. Berarti penelitian adalah
kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang untuk membangun sebuah hukum,
dalil, generalisasi, memvalidasi, atau menguji teori yang sudah ada. Penelitian
diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara
sistematis dan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Pengumpulan dan
analisis data menggunakan metode-metode ilmiah, baik yang bersifat kualitatif
maupun kuantitatif.
Dari
pengertian diatas dapat dipahami bahwasanya pengertian Penelitian adalah
kegiatan mengumpulkan data dengan cara dokumentasi, observasi ataupun kuesioner
yang dilakukan dengan langkah kerja tertentu. Setelah cukup mendapatkan data
yang diinginkan oleh peneliti, barulah seorang peneliti melakukan
analisa-analisa berdasarkan data yang didapatkan, yang kemudian diambillah kesimpulan untuk selanjutnya
dilakukan tindakan-tindakan sebagai langkah perbaikan dari hasil temuan yang
terdapat dalam penelitian.
Penelitian ( Research) merupakan rangkaian
kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan masalah. Fungsi penelitian adalah
mencarikan penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan serta memberikan
alternative bagi kemungkinan yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah.
Penjelasan dan jawaban terhadap permaslahan itu dapat bersifat abstrak dan umum
sebagaimana halnya dalam penelitian dasar (basic Research) dan dapat pula
sangat kongkret dan spesifik seperti biasanya ditemui pada penelitian terapan
(Applied research).
Pengertian metode, berasal dari bahasa Yunani
yakni methodos yang dimaksud adalah
cara atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan
dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek
penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan
secara ilmiah dan termasuk keabsahannya (Rosdy Ruslan,2003:24).
Sutrisno Hadi (1987:3) mengungkapkan Penelitian
adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu
pengetahuan, yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah. Penelitian adalah
suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan
dengan menerapkan metode ilmiah (Emzir,2007:3). Penelitian sebagai aktivitas
keilmuan yang dilakukan karena ada kegunaan yang ingin dicapai, baik untuk
meningkatkan kualitas kehidupan manusia maupun untuk mengembangkan ilmu
pengetahuan (Hamidi,2007:6)
Menurut Soerjano Soekanto penelitian adalah
kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan analisis dan konstruksi yang dilakukan
secara metodologis, sistematis, dan konsisten.
Jadi Metodologi penelitiaan adalah ilmu membahas
tentang suatu kegiatan yang dilakukan untuk memecahkan masalah ataupun sebagai
pengembangkan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.
3. Lingkup
Penelitian Akuntansi
Basic dari akuntansi adalah pencatatan, sehingga
dalam setiap penelitian akuntansi haruslah terdapat proses pencatatan.
Menurut Pepie Diptyana beberapa peneliti
tentang perkembangan penelitian akuntansi menggunakan indikator jenis rujukan
untuk mengelompokkan bahwa suatu penelitian adalah penelitian akuntansi.
Maksudnya, jika referensi penelitian didominasi oleh jurnal akuntansi atau buku
akuntansi, maka penelitian tersebut tergolong dalam penelitian akuntansi.
Oler, Oler and Skousen (2008 ) membagi topik penelitian akuntansi
menjadi beberapa topik : akuntansi
keuangan, akuntansi manajerial, pengauditan, perpajakan, governance
(corporate governance dan pengendalian), dan topik lain-lain (edukasi, sejarah,
ujian CPA, dan sebagainya yang tidak ada di pembagian topik sebelumnya). Mereka
menyatakan bahwa suatu penelitian dapat dikatakan sebagai penelitian akuntansi
jika penelitian tersebut menunjukkan pengaruh kejadian ekonomi (economic
events) terhadap proses pengikthisaran, analisis, pemverifikasian, dan
pelaporan informasi keuangan yang terstandar, serta pengaruh dari informasi
yang disajikan terhadap kejadian ekonomi (economic events).
Sofyan (2002) menjelaskan bahwa ruang lingkup penelitian
akuntansi dapat dikelompokkan menjadi akuntansi keuangan, akuntansi manajemen,
pasar uang dan pasar modal, auditing, pajak, sistem informasi akuntansi, trend
baru akuntansi, serta topik lainnya.
Sedangkan menurut Emori Williams (1980)
Macam-macam variasi penelitian akuntansi dapat dijelaskan sebagai berikut :
1)
Dilihat
dari tujuan (goal) penelitian:
a.
Penelitian
akuntansi normatif
• Penelitian terhadap konsep dasar akuntansi
• Penelitian terhadap struktur prinsip akuntansi
• Penelitian terhadap perbandingan prinsip
akuntansi
• Penelitian terhadap sejarah akuntansi
b.
Penelitian
akuntansi empirik
• Identifikasi terhadap perlakuan akuntansi
• Identifikasi daya guna standard akuntansi
• Identifikasi lingkungan bisnis terhadap
akuntansi
2)
Dilihat
dari obyek penelitian akuntansi
a.
Struktur
doktrin akuntansi dan norma akuntansi yang berlaku
b.
Perilaku
manusia dalam masyarakat akuntansi maupun dalam masyarakat lainnya
• Ethik profesi akuntansi
• Persepsi masyarakat terhadap profesi akuntansi
• Perilaku investor terhadap informasi akuntansi
c.
Lembaga
pengguna jasa ilmu akuntansi
• Lembaga profit
• Lembaga non profit dan pemerintah
Ruang Lingkup Penelitian Akuntansi:
1)
Konsentrasi Akuntansi Keuangan
Pembahasan
mengenai bagaimana laporan keuangan disusun untuk tujuan publik. Disini biasa
dibahas metode pencatatan, prinsip dan standart akuntansi keuangan, penyajian laporan
yang wajar, pemilihan teknik atau standart akuntansi, metode penyusutan,
penyisihan, perbandingan, metode teori akuntansi. Konsentrasi ini dapat
dikelompokkan menjadi bidang-bidang :
a.
Teori akuntansi
b.
Standart akuntansi
c.
Akuntansi sebagai pertanggungjawaban
d.
Perhitungan laba akuntansi
2)
Akuntansi Manajemen
Pembahasan
mengenai bagaimana caranya agar akuntansi dapat dipergunakan untuk membuat
informasi tentang model-model yang berguna dalam pengambilan keputusan yang
dilakukan manajemen yaitu :
a.
Pengambilan keputusan
b.
Bidang manajemen
3)
Akuntansi Pasar Modal
Pembahasan
mengenai bagaimana reaksi pasar terhadap keluarnya informasi akuntansi, laporan
keuangan periodic atau informasi lainnya.
4)
Akuntansi Perpajakan
Pembahasan
mengenai bagaimana akuntansi mengakomodasi masalah peraturan perpajakan,
perbedaan konsep pengakuan biaya, pengakuan haisl perbedaan metode penyusutan,
defense tax dan sebagainya.
5)
Auditing
Pembahasan mengenai hal-hal yang berkaitan
dengan auditing, teori, proses, hasil, perilaku dan sebagainya.
6)
Sistem Informasi Akuntansi
Pembahasan
mengenai bagaimana mendesain
system informasi akuntansi yang menghasilkan informasi yang sudah menjadi
komoditi, dalam pertimbangannya akan memperhatikan cost benefit rasio.
7)
Tren Akuntansi
Pembahasan
mengenai berbagai hal yang dibicarakan dalam literature, tetapi masih dalam
tahap proses belum menjadi prinsip yang
harus diberlakukan.
8)
Topik Lain
a.
Bidang akuntansi pemerintah
b.
Pendidikan dalam bidang akuntansi
c.
Akuntansi keperilakuan
d.
Akuntansi koperasi
4. Tujuan dan
Kegunaan Penelitian
Berdasarkan tujuannya, penelitian dapat
dibedakan kedalam tiga jenis, meliputi:
a. Penelitian Eksploratif
Yaitu penelitian yang dilaksanakan untuk menggali data dan informasi tentang topik atau isu-isu baru yang ditujukan untuk kepentingan pendalaman atau penelitian lanjutan.
Penelitian eksploratory pada umumnya dilaksanakan untuk menjawab pertanyaan ”Apa (what)” (Apa sesungguhnya fenomena sosial tersebut?). Pada penelitian ini seringkali menggunakan data-data kualitatif.
b. Penelitian deskriptif
Penelitian deskriptif menghadirkan gambaran tentang situasi atau fenomena sosial secara detil. Dalam penelitian ini, peneliti memulai penelitian dengan desain penelitian yang terumuskan secara baik yang ditujukan untuk mendeskripsikan sesuatu secara jelas. Penelitian deskriptif berkaitan dengan pengkajian fenomena secara lebih rinci atau membedakannya dengan fenomena yang lain.
Penelitian deskriptif biasanya berfokus pada pertanyaan ”bagaimana (how)” dan ”siapa (who)” (Bagaimana fenomena tersebut terjadi? Siapa yang terlibat didalamnya?)
c. Penelitian Eksplanatif
Penelitian eksplanasi mengkaji hubungan sebab-akibat diantara dua fenomena atau lebih. Penelitian seperti ini dipakai untuk menentukan apakah suatu eksplanasi (keterkaitan sebab-akibat) valid atau tidak, atau menentukan mana yang lebih valid diantara dua (atau lebih) eksplanasi yang saling bersaing. Tujuan penelitian eksplanatif adalah untuk memberikan penjelasan mengapa sesuatu terjadi atau menjawab pertanyaan ”mengapa (why)”.
a. Penelitian Eksploratif
Yaitu penelitian yang dilaksanakan untuk menggali data dan informasi tentang topik atau isu-isu baru yang ditujukan untuk kepentingan pendalaman atau penelitian lanjutan.
Penelitian eksploratory pada umumnya dilaksanakan untuk menjawab pertanyaan ”Apa (what)” (Apa sesungguhnya fenomena sosial tersebut?). Pada penelitian ini seringkali menggunakan data-data kualitatif.
b. Penelitian deskriptif
Penelitian deskriptif menghadirkan gambaran tentang situasi atau fenomena sosial secara detil. Dalam penelitian ini, peneliti memulai penelitian dengan desain penelitian yang terumuskan secara baik yang ditujukan untuk mendeskripsikan sesuatu secara jelas. Penelitian deskriptif berkaitan dengan pengkajian fenomena secara lebih rinci atau membedakannya dengan fenomena yang lain.
Penelitian deskriptif biasanya berfokus pada pertanyaan ”bagaimana (how)” dan ”siapa (who)” (Bagaimana fenomena tersebut terjadi? Siapa yang terlibat didalamnya?)
c. Penelitian Eksplanatif
Penelitian eksplanasi mengkaji hubungan sebab-akibat diantara dua fenomena atau lebih. Penelitian seperti ini dipakai untuk menentukan apakah suatu eksplanasi (keterkaitan sebab-akibat) valid atau tidak, atau menentukan mana yang lebih valid diantara dua (atau lebih) eksplanasi yang saling bersaing. Tujuan penelitian eksplanatif adalah untuk memberikan penjelasan mengapa sesuatu terjadi atau menjawab pertanyaan ”mengapa (why)”.
Kegunaan penelitian adalah mencarikan penjelasan
dan jawaban terhadap permasalahan serta memberikan alternatif bagi kemungkinan
yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah. Pemecahan dan jawaban terhadap
permasalahan itu dapat bersifat abstrak dan umum sebagaimana hanya dalam
penelitian dasar (basic research) dan dapat spesifik seperti biasanya ditemui
pada penelitian terapan (applied research).
1. Mendiskripsikan,
memberikan, data atau informasi.
Penelitian dengan tugas mendiskripsi gejala
dan peristiwa yang terjadi, maupun gejala-gejala yang terjadi disekitar kita perlu mendapat perhatian dan
penanggulangan. Gejala dan
peristiwa yang terjadi itu ada yang besar dan ada pula yang kecil tetapi, kalau
dilihat dari segi perkembangan untuk masa datang perlu mendapat perhatian
segera.
2. Menerangkan
data atau kondisi atau latar belakang terjadinya suatu peristiwa atau fenomena.
Penelitian dengan tugas menerangkan.
Berbeda dengan penelitian yang menekankan pengungkapan peristiwa apa adanya,
maka penelitian dengan tugas menerangkan peristiwa jauh lebih kompleks dan
luas. Dapat dilihat dari hubungan suatu dengan hubungan yang lain.
3. Menyusun
teori
Penyusunan teori baru memakan waktu yang
cukup panjang karena akan menyangkut pembakua dalam berbagai instrumen,
prosedur maupun populasi dan sampel.
4. Meramalkan,
mengestimasi, dan memproyeksi suatu peristiwa yang mungkin terjadi berdasarkan
data-data yang telah diketahui dan dikumpulkan,
5. Informasi yang didapat akan sangat
berarti dalam memperkirakan kemungkinan yang akan terjadi untuk melalui masa
berikutnya. Melalui penelitian dikumpulkan data untuk meramalkan beberapa
kejadian atau situasi masa yag akan datang.
6. Mengendalikan
peristiwa maupun gejala-gejala yang terjadi.
Melalui penelitian juga dapat dikendalikan
peristiwa maupun gejala-gejala. Merancang sedemikian rupa suatu bentuk
penelitian untuk mengendalikan peristiwa itu. Perlakuannya disusun dalam
rancangan adalah membuat tindakan pengendalian pada variabel lain yang mungkin
mempengaruhi peristiwa itu.
5. Jenis-Jenis
Penelitian
a. Menurut buku Metode Penelitian Sosial yang ditulis oleh Drs. Yulius
Slamet, M.Sc. Penelitian dapat dibedakan
menjadi beberapa jenis:
Penelitian berdasarkan pada tujuannya:
1) Penelitian Eksploratoris
Penelitian ini dilakukan bilamana sebuah penelitian tidak familiar dengan
masalah yang diteliti. Topik yang diteliti masih relatif baru dan literatur
atau hasil penelitian yang membahas masalah tersebut masih langka.
2) Penelitian Deskriptif
Penelitian ini bermaksud untuk memberikan uraian mengenai suatu gejala
sosial yang di teliti. Penelitian ini mendeskripsikan suatu gejala berdasarkan
indikator-indikator yang dijadikan dasar dari ada tidaknya suatu gejala yang
diteliti.
3) Penelitian Eksplanatoris
Penelitian ini untuk menjawab apakah suatu gejala sosial tertentu
berhubungan dengan gejala sosial yang lain atau apakah suatu variable
berhubungan dengan variable yang lain. Maksud dari penelitian ini sebenarnya
untuk menguji hipotesis yang diketengahkan oleh peneliti.
Penelitian dibedakan atas dasar kegunaannya:
1) Penelitian murni ( pure research atau basic research )
Kegiatan penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan konsep,
mengembangkan teori, menguji hipotesis, atau menguji kebenaran suatu teori.
2) Penelitian terapan ( applied research )
Kegiatan penelitian ini dimaksudkan untuk memecahkan masalah atau penyakit
masyarakat tertentu. Kegunaannya bersifat praktis, yaitu untuk mengatasi
persoalan yang harus segera dipecahkan.
3) Penelitian aksi ( action research )
Penelitian ini bermaksud untuk mengatasi masalah dengan cara memberikan
tindakan-tindakan nyata.
4) Penelitian kebijakan ( policy research )
Penelitian ini dimaksudkan berdasarkan data yang ada dapat dirumuskan suatu
kebijakan tertentu. Kebijakan dapat berupa peraturan, undang-undang, surat
keputusan, dan lain sebagainya yang memiliki kekuatan hukum tersebut.
5) Penelitian evaluasi ( evaluation research )
Penelitian ini dimaksudkan untuk menilai suatu program, kegiatan, atau
kebijakan yan ditujukan untuk mengintervensi masyarakat.
Dilihat dari lokasi atau tempat dimana penelitian dilakukan:
1) Penelitian Kancah ( field research )
Penelitian ini dilakukan di suatu wilayah geografi tertentu dimana peniliti
terjun langsung ke masyarakat melihat apa yang terjadi. Biasanya dengan
pengamatan, wawancara, atau kuesioner yang dia berikan kepada responden.
2) Penelitian Kepustakaan ( library research )
Penelitian ini dilakukan dengan cara peneliti memeriksa bahan-bahan yang
telah ditulis oleh orang lain. Kegiatan peneliti ini ialah membaca seluruh
dokumen baik yang diterbitkan secara resmi ataupun yang terdapat diseluruh
bahan cetakan, micro film, micro fisch, pita rekaman, atau sumber-sumber lain
yang telah dikumpulkan oleh orang lain.
Dibedakan atas dasar metode utamanya yang dipakai:
1) Penelitian Survei
Penelitian ini mengumpulkan data terhadap sejumlah individu yang dianggap
representative mewakili populasinya untuk memperoleh sejumlah nilai-nilai
tertentu atas sejumlah variable yang dipilih.
2) Penelitian Kasus
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari segala gejala-gejala sosial
melalui analisis yang terus menerus tentang kasus yang dipilih. Kasusnya bisa
jadi individu, kelompok, suatu episode, suatu proses, suatu komunitas, suatu
masyarakat.
3) Penelitian eksperimental
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemungkinan saling
hubungan sebab akibat antar dua variabel atau lebih dengan memberikan perlakuan
tertentu pada kelompok eksperimental. Didalam penelitian sosial biasanya tidak
dapat melakukan kegiatan penelitian ekperimental sungguhan karena tidak mungkin
untuk mengontrol seluruh variable yang mempengaruhi timbulnya suatu akibat.
4) Penelitian Grounded (grounded research)
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan teori yang ditarik secara induktif
dari studi yang mendalam.
b. Menurut buku Metode Penelitian Sosial ( Berbagai Alternatif Pendekatan )
yang ditulis oleh Bagong Suyanto dan Sutinah, jenis penelitian yang dicantumkan
hanya ada dua. Jenis penelitian tersebut adalah :
1) Penelitian Kuantitatif
Penelitian ini menggunakan data berupa angka. Di dalam penelitian
kuantitatif terdapat tiga tipe analisis , yaitu:
-
Analisis
utama / primer ( primary analysis ) : merupakan analisis asli yang dilakukan
oleh peneliti yang menghasilkan temuan tentang topik spesifik. Dengan kata lain
analisis primer adalah suatu analisis yang mempertimbangkan data / informasi
utama yang diperoleh dalam suatu penelitian.
-
Analisis
sekunder atau analisis data sekunder ( secondary analysis ) : merupakan suatu
analisis tentang temuan-temuan yang ada dari peneliti lain yang mungkin
menggunakan metode yang berbeda dan lebih halus. Dengan kata lain, analisis ini
memfokuskan pada data yang telah dikumpulkan/disusun dan dianalisis serta
melakukan suatu analisis kedua atau ketiga kalinya.
-
Meta-analysis : yaitu suatu analisis tentang data atau
informasi yang telah dikumpulkan/ disusun dan dianalisis dari beberapa studi.
2) Penelitian Kualitatif
Merupakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif mengenai kata – kata
lisan maupun tertulis, dan tingkah laku yang dapat diamati dari orang-orang
yang diteliti. Penelitian kualitatif memiliki karakteristik khusus, antara lain
:
-
Bersifat
induktif : yaitu berdasar pada prosedur logika yang berawal dari proposisi
khusus sebagai hasil pengamatan dan berakhir pada suatu kesimpulan hipotesis
yang bersifat umum.
-
Melihat
pada setting dan manusia sebagai satu kesatuan, yaitu mempelajari manusia dalam
konteks dan situasi dimana mereka berada.
-
Memahami
perilaku manusia dari sudut pandang mereka sendiri ( sudut pandang yang
diteliti )
-
Lebih
mementingkan proses penelitian daripada hasil penelitian.
-
Menekankan
pada validitas data sehingga ditekankan pada dunia empiris.
-
Bersifat
humanistis: yaitu memahami secara pribadi orang yang diteliti dan ikut mengalami
apa yang dialami orang yang diteliti dalam kehidupan sehari-hari.
-
Semua
aspek kehidupan sosial dan manusia dianggap berharga dan penting untuk dipahami
karena dianggap bersifat spesifik dan unik.
Komentar
Posting Komentar